|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

March 30, 2006

Fathul Baari

Fathul Baari Penjelasan Kitab Shahih Al-Bukhari

Judul asli : Fathul Baari Syarah Shahih Al Bukhari
Penulis : Al Imam Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani
Penerbit : Pustaka Azzam, Jakarta Selatan

Kitab ini adalah karya al-Hafiz Abi’l Fadal Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Hajar al-Asqalani al-Misri. Beliau dilahirkan tahun 773 H dan wafat tahun 852 H. Kitab Fathul Baari ini adalah kitab syarah shahih Bukhari yang paling baik dan paling lengkap.

Dalam kitab ini, Ibnu Hajar al Asqalani menjelaskan masalah bahasa dan i’rab dan menguraikan masalah penting yang tidak ditemukan di kitab lainnya, juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum, serta memaparkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci dan tidak memihak. Di samping itu, beliau mengumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya, serta menerangkan tingkat keshahihan dan keda’ifannya. Semua itu menunjukkan keluasan ilmu dan penguasaanya mengenai kitab-kitab hadits.

Fathul Baari mempunyai muqadimah yang bernama Hadyus Saari (Hadyus As-Sari bi Fathil Bari). Muqadimah ini amat tinggi nilainya. Seandainya ia ditulis dengan tinta emas, maka emas itu belum sebanding dengan tulisan itu. Sebab ia merupakan kunci untuk memahami Shahih Bukhari. Kitab ini selesai ditulis tahun 813 H.

Kemudian al-Asqalani mulai menulis kitab Syarah. Pada mulanya, uraian dan pembahasan direncanakan ditulis panjang lebar dan terperinci. Namun beliau khawatir bila ada halangan untuk menyelesaikannya, yang mengakibatkan kitab itu selesai namun tidak sempurna. Karena itu beliau menulis kitab syarah tersebut dengan cara sederhana yang diberi nama Fathul Baari.

Penulisan kitab ini menghabiskan waktu seperempat abad (25 tahun). Dimulai tahun 817 H dan selesai tahun 842 H. Maka tidak mengherankan bila kitab itu paling bagus, teliti dan sempurna. Selain itu, penulisannya dilakukan oleh penyusunnya dengan penuh keikhlasan.

Kitab ini selalu mendapatkan sambutan hangat dari para ulama, baik pada masa dulu maupun sekarang, dan selalu menjadi kitab rujukan.

Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Ali as-San’ani asy-Syaukani, wafat tahun 1255 H, penulis kitab Nailul Authar, ketika diminta menulis kitab Syarah Shahih Bukhari, beliau mengagumi Ibnu Hajar. Beliau mengutip sebuah hadits "La hijrah ba’dal fathi" (tidak ada hijrah setelah penaklukan Makkah). Beliau meminjam istilah dari hadits itu sebagai ungkapan bahwa tidak ada kitab syarah shahih Bukhari yang melebihi Fathul Bari.

Kitab syarah ini terdiri dari 13 jilid ditambah satu jilid muqadimah. Kitab itu sudah berulangkali dicetak di India dan di Mesir. Cetakan yang terbaik di terbitkan oleh Bulaq. Demikian keterangan menurut Dr. Abu Syuhbah.

Bagi antum yang tinggal di Surabaya, kitab tersebut bisa dibeli di
Toko Buku Progressif, Ampel Surabaya

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://catri.blogsome.com/2006/03/30/fathul-baari-3/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>