|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

April 3, 2006

Cemburu

Saad Bin Ubadah berbicara di depan sahabat yang lain, "Seandainya aku melihat laki-laki lain bersama istriku, maka akan aku tebas dengan pedang posisi terbalik."  HR Imam Al Bukhari

Rasul mendengar, lalu berkata kepada sahabat : "Apakah kalian takjub dengan sifat cemburunya Saad?
Ketahuilah, sesungguhnya aku lebih cemburu daripada cemburunya Saad, & Allah lebih cemburu daripadaku
."

Allah memiliki sifat tercemburu, sebagaimana dalam HR Bukhari:
"Tidak ada seorang pun yang memiliki sifat cemburu melebihi Allah subhaanahu wa ta’ala"
Sehingga Allah mengharamkan perbuatan zina & tidak ada seorang pun yang menyukai pujian melebihi Allah subhaanahu wa ta’ala.

Hadist, Abi Salamah radiyallaahu anhu, bahwasanya Ruwah bin Zubair mendengar dari ibunya (Asma’). Asma’ mendengar dari Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam
"Tidak ada yang lebih cemburu melebihi Allah subhaanahu wa ta’ala"

Cemburunya Allah apabila melihat orang mu’min berbuat keharaman

Sesungguhnya, cemburu adalah pagar penjagaan.
Saat hilangnya sifat cemburu, maka yang terjadi adalah banyaknya aktivitas pacaran, perzinaan, dst.
Seorang wanita, anak, istri dicemburui Bapaknya, Suami, saudaranya, amka ia akan terselamatkan dari jurang-jurang syaitan.

Dikutip dari Kajian Ma’had Ummahat Mu’miniin Surabaya on 26 Maret 2006

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://catri.blogsome.com/2006/04/03/cemburu/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>