|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

April 8, 2006

Aku Tidak Meninggalkan Kecuali Namamu Saja

HR Aisyah, dikeluarkan Al-Bukhari

Rasulullah berkata "Ya Aisyah, aku ini tahu, kapan kamu lagi marah, kapan kamu rela denganku."
Aisyah : "Ya Rasulullah, bagaimana engkau tahu?"
Beliau menjawab, "Kalau engkau rela, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad" dan bila engkau marah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’
Aisyah menjawab, "Iya Rasulullah, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya menghindari menyebut namamu saja."

Point yang bisa kita ambil:

* Perhatian manakah yang lebih halus, lebih lembut seperti ini? Pengarahan kepada istri dengan sebaik-baik pengarahan.
* Nampak keharmonisan keluarga Rasul

* Petunjuk bagi para suami, janganlah menggunakan ungkapan-ungkapan yang langsung. Hendaklah istri diajak, diarahkan, hingga istri merasa diajak bicara, diperhatikan. Dengan menggunakan ungkapan-ungkapan tidak langsung, istri merasa lebih dihargai,diharmonisi.

* Sikap lembut Aisyah menghilangkan rasa emosi, marah. Saat ia marah, ia mengeluarkan ungkapan-ungkapan tanpa mengganggu kemurnian cinta kepada Rasululllah.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://catri.blogsome.com/2006/04/08/aku-tidak-meninggalkan-kecuali-namamu-saja/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>