Etika Menulis & Menjawab Salam
Dalam menuliskan salam yang mungkin hanya 1 baris saja, tanpa disengaja dan tanpa disadari kadang kita menyingkatnya, padahal di badan email selanjutnya kita menulis banyak kalimat yg tertulis sempurna, tidak hanya berbaris-baris bahkan berparagraf-paragraf.
Alangkah indah dan baiknya jika kita pun mengutamakan kesempurnaan salam suatu doa, yang merupakan hak saudara muslim kita, yang semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengganjar kita dengan kebaikan yang banyak juga sempurna Menulis salam yang lengkap seperti misalnya:
"Assalamu’alaykum", atau
"Assalamu’alaykum warahmatullah", atau
"Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh"
Insya Allahu Ta’ala tidaklah akan menghabiskan atau menyia-nyiakan waktu kita, bahkan tidak lah akan memakan waktu sampai 30 detik, juga tidak akan menyita body email kita (yg kadang bisa habis bermenit-menit, bahkan puluhan menit untuk menuliskan sebuah email tergantung panjangnya pesan yg ingin kita sampaikan)
Maka semoga tidaklah berlebihan ketika kita menyisihkan sedikit waktu kita dan sedikit energi jari-jemari kita untuk menyempurnakan ucapan doa dalam salam kita Juga menyempurnakan pujian kita kepada Allah seperti misalnya:
Allah Subhanahu wa Ta’ala atau Allah Tabaraka wa Ta’ala, atau
Allah ‘Azza wa Jalla
Juga menyempurnakan shalawat kita kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau kepada Nabi yang lain ‘alaihimus shalatu wassalam Atau juga doa kepada para shahabat ridwanallahu ‘alaihim ajmain
Atau juga doa bagi saudara kita kaum muslimin rahimahumullahu
Memang benar bahwa AWW atau Ass Wr Wb atau SWT, atau SAW atau AS, atau RA sudah dapat dimaklumi artinya, tapi hanya bagi mereka yg memakluminya saja
Tapi bukankah benar pula bahwa semua kalimat-kalimat itu lebih berhak untuk kita tulis dengan sempurna
dan bukankah benar pula bahwa hati-hati kita pun sangat menyukai untuk menuliskannya dengan sempurna
dan bukankah benar pula bahwa siapa pun sangat menyukai untuk membacanya dengan sempurna
dan bukankah benar pula bahwa kita semua sangat mengharapkan untuk memperoleh ganjaran yang sempurna pula mungkin sudah waktunya kita untuk jujur dan berhenti membohongi diri kita sendiri
Semoga email ini tidak dinilai sebagai suatu tindakan yg seolah-olah membesar-besarkan sesuatu hal yg dianggap kecil
Tapi semoga dinilai sebagai suatu tausiyah dari seorang saudara kepada dirinya dan saudaranya yang lain agar kita bisa lebih adil baik kepada diri sendiri juga kepada orang lain adil dalam memilah mana yg tepat untuk disingkat dan mana yg patut untuk disempurnakan
Izinkan pula saya mengutip beberapa email nasihat serupa mengenai tausiyah baik untuk menyempurnakan salam dan shalawat yg diantaranya, saya ambil dari milis Assunnah Ini menandakan bahwa kita semua memang sangat merindukan dan sangat mencintai penulisan salam dan shalawat yg sempurna
Wallahul musta’an
Wallahu ‘alam Semoga Allah Jalla wa ‘Ala memudahkan urusan baik kita semua
Aamiin
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Nb: Insya Allah menyusul fatwa dan nasihat ulama mengenai penulisan shalawat dgn lengkap
[Kutipan 1]
========= "i.Allah" dan "I.Allah" … itu maksudnya apa?
Husnudzan saya maksudnya "Insya Allah", dan memang ini dilihat dari konteksnya. Mungkin alangkah indah dan baiknya jika kita menuliskannya dengan lengkap seperti kita menulis salam atau shalawat. Apalagi kita juga menulis email yg panjang, dengan menulis banyak sekali kata-kata dan kalimat-kalimat yg juga panjang lainnya.
Maka bisa kita hitung, kalau menulis "Insya Allah" dengan lengkap tidak akan menghabisakan "space" satu email, atau bahkan tidak juga menghabiskan space satu baris …. dan bisa selesai dalam waktu kurang dari 5 detik, dibanding menulis email yg bisa makan waktu 10-20 menit.
Ini juga untuk menghindari singkatan-singkatan lainnya yg sudah biasa dikalangan kita dan saudara-saudara kita, seperti : - Ass. Wr Wb - SWT - SAW - Wass Wr Wb dan lainnya Juga mencegah timbulnya singkatan2 baru lainnya (dlm term Islam), seperti contoh salah satu petikan email dibawah:
— Oh yah…alhamdulillah ujian telah kulalui dengan peluh, pedih, dan bersimbah air mata (dapat nilai buruk).Tapi alhamdulillah akhirnya mendapat peringkat ke-3 di kelas!jaz…jaz atas doanya…. — Kira2 apa arti "jaz…jaz" disini? Husnudzan kita adalah "Jazakumullahu", dan memang ini dilihat dari konteksnya.
Saudara kita ini menulis emailnya cukup panjang dan lebar, tetapi untuk doa pada saudaranya, tanpa sengaja, dia menulis dengan singkatan.
[Kutipan 2]
========= Tentang masalah penulisan di SMS ana kira tidaklah sulit untuk selalu menuliskan kalimat salam, assalamu’alaikum. Bagi hpnya yang lebih baru tentunya tulisan assalamu’alaikum bisa disimpan di dalam draft text atau menu sejenisnya.
Tentunya, kita dapat pahala dalam menuliskan kalimat tersebut. Bukan sekadar basa-basi.
[Kutipan 3]
========= sebaiknya ada keinginan dalam hati mengenai hal yang sebenarnya. bukan hanya sekedar formalitas belaka tanpa makna. setiap jelentik jari yang kita tuliskan untuk hal yang baik insya Allah bernilai ganda jika untuk keikhlasan hati. apakah susahnya menuliskan Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. mengapa mesti disingkat. hal sering sekali ditemui dalam pengiriman sms. yang lebih singkat adalah… tulislah sekedar salamualaikum. insya allah tidak merepotkan demikian pula sebagai rasa sholawat kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam. raihlah keikhlasan dengan hal yang kita anggap sepele padahal bernilai ganda. hal yang lain juga penulisan Allah Subhanahu wata’ala. biasakanlah…tidak sekedar formalitas, bukan? wallahu a’lam
[Kutipan 4]
========= sekedar mengingatkan kembali … assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sering kali kita mendapati orang menyingkat salam yang paling baik yaitu assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh dengan kata ass.wr.wb.
Jika kita memahami makna dari kalimat salam tersebut, sungguh Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan manusia dengan salam yang paling baik.
tetapi sungguh sangat di sayangkan bahwa kebanyakan umat muslim terpedaya dengan sikap terburu-buru sehingga kebanyakan dari mereka menyingkatnya dengan ass.wr.wb.
Sungguh kita akan mendapati suat perbedaan makna yang sangat jauh sekali.
* Assalammualaikum == Semoga Keselamatan tercurah atas kamu.
Ass == (dalam bahasa arab tidak di ketahui maknanya, dalam bahasa inggris –> ass == (lihat di kamus))
* Warahmatullahi == Dan rahmat Allah (tercurah atas kamu juga) Wr == tidak di ketahui maknanya
* Wabarakatuhu == Dan Berkah Allah (selalu tercurah atas kamu juga) Wb == tidak di ketahui maknanya
* Waalaikum salam == Dan (semoga) keselamatan tercurah atas kamu Wassalam == Dan keselamatan (tidak lengkap , sehingga rancu maknanya)
Semoga dengan penjelasan yang sederhana ini kita bisa memotivasi diri kita untuk selalu menggunakan kalimat salam dengan tulisan yang benar baik di email atau pun sms sehingga maknanya tidak berubah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tambahan]
========== Ada sebagian dari kita dan dari beberapa saudara kita yg baik mereka memulai tulisan2 mereka dgn "Ba’da tahmid dan shalawat" Ini sebagai tanda bahwa hati2 kita hendak memulai tulisan2 kita dengan mengucapkan atau menuliskan tahmid (sebagai pujian kepada Allah Ta’ala), dan shalawat, kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Namun ketika pada kenyataanya kita hanya ‘memberitakannya’ saja (tanpa merealisasikan penulisannya)
Maka sudah sepantasnya kita bertanya pada diri sendiri kenapa kita tidak jadi menuliskannya?
Padahal penulisan "Alhamdulillahi wa shalatu wa salamu ‘ala Rasulillahi" hanya bertaut sekitar 27 karakter atau 5 - 10 detik mengetik dari sekedar "Ba’da tahmid dan shalawat" dan juga tidak terlalu jauh pertautannya dengan penulisan lain, misalnya dengan: "Alhamdulillahi Rabbil’alamin wa shalatu wa salamu ‘ala Rasulillahi shalallahu ‘alaihi wasallam"
Dan yg sangat jelas sekali kita sungguh-sungguh menyadari bahwa sebetulnya tidak ada sedikit pun keberatan dalam hati kita untuk menuliskan yg demikian itu
Bahkan kita semua juga sungguh-sungguh menyadari bahwa kita sangat mencintai dan menyukainya
Sudah saatnya kita biarkan jari-jemari kita mengikuti nurani hati-hati kita untuk menyempurnakan pujian pada Allah Ta’ala dan menyempurnakan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
Semoga Allah Tabaraka wa Ta’ala menyempurnakan pula ganjaran-Nya pada kita Aamiin
[Akhir kutipan]
-disalin dari milist assunnah-
- Nasihat | Time: 11:47 am (UTC+8)
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Barakallohu Fika.Jazakallohu khairan.
Comment by Iwan Hermawan — May 7, 2009 @ 3:33 pm
Barakallohu fika,Jazakallohu khairan
Comment by Iwan Hermawan — May 7, 2009 @ 3:36 pm