|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

May 29, 2006

Duduk yang Dimurkai

Dari Asy-Syadid bin Suwaid Radhiyallahu ‘anhu, di berkata,

"Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam melewati saya, sedangkan saya baru duduk dengan meletakkan tangan kiri ke belakang dan saya bersandar pada telapak tangan. Kemudian beliau bersabda, ‘Mengapa kamu duduk seperti duduknya orang yang dimurkai (dibenci) oleh Allah !"
(HR. Abu Daud)

disalin dari semenit.tk

May 24, 2006

Pembagian Tauhid Menurut Ulama Salaf dan Khalaf

Kajian Ahad Dhuha Masjid Al Amin Surabaya

Hari/Tanggal : Ahad, 4 Juni 2006
Pukul : 07.00 s/d selesai
Tempat : Masjid Al Amin Jl. Semampir Tengah IIIA/25, Surabaya

Pemateri : Ust. Nurul Mukhlisin Asyrafuddin, Lc., MAg.
(Alumni Universitas Islam Madinah, Kandidat Doktor Universitas Kebangsaan Malaysia)

Judul: "Pembagian Tauhid Menurut Ulama Salaf dan Khalaf"
– sekalian membahas siapa salaf dan khalaf serta bagaimana kriterianya

Kajian terbuka untuk umum

CP :
1. Bp. Syakir Suyat (031-5936303)
2. Al Akh Irwan (031-5915316)

May 23, 2006

[Akhlaq] Memenuhi Janji

Allah subhaanahu wata’ala berfirman :

QS Al-Maidah[5] 1:
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu[388]. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

[388]. Aqad (perjanjian) mencakup: janji prasetia hamba kepada Allah dan perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan sesamanya.

QS Al-Isra’[17] 34 :
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.

[Akhlaq] Cermat dalam Perkataan & Teliti dalam Menyampaikan Informasi

Allah subhaanahu wata’ala berfirman :

QS Al-Isra’ 36:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

QS Qaf 18:
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu, Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Seseorang layak dikatakan pendusta jika ia mengatakan setiap perkara yang didengarnya." (HR Muslim)

May 22, 2006

Seputar Kesalahan Setelah Shalat Fardhu

Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Beberapa hal biasa dilakukan oleh banyak orang setelah shalat fardhu
(wajib) yang lima waktu, tapi tidak ada contoh dan dalil dari
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat
Ridhwaanullaah ‘alaihim ajma’iin.

Di antara kesalahan dan bid’ah tersebut ialah :

[1]. Mengusap muka setelah salam [1]
[2]. Berdo’a dan berdzikir secara berjama’ah yang dipimpin oleh imam
shalat.[2]
[3]. Berdzikir dengan bacaan yang tidak ada nash/dalilnya, baik
lafazh maupun bilangannya, atau berdzikir dengan dasar hadits yang
dah’if (lemah) atau maudhu’ (palsu)

Contoh :
[a]. Setelah salam membaca "Alhamdulillah"
[b]. Membaca surat Al-Faatihah setelah salam.
[c]. Membaca beberapa ayat terakhir surat Al-Hasyr dan lainnya.

(more…)

Melindungi Kehormatan Saudaranya

Disunnahkan seorang muslim melindungi kehormatan saudaranya saat tidak ada di dekatnya. Hal ini didasarkan hadist yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata: "Hadist ini hasan", dari Abu Darda, Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wa sallaam bersabda:

"Barang siapa yang melindungi kehormatan saudaranya, maka Allah akan melindungi wajahnya dari api neraka di hari kiamat."

Hadist Abu Darda ini telah dikeluarkan oleh Ahmad. Ia berkata, "Hadist ini sanadnya hasan". Al-Haitsami mengatakan hal yang sama.

Hadist riwayat Ishaq bin Rahwiyah dari Asma binti Yazid, ia berkata, aku mendengar Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wa sallaam bersabda:

"Barang siapa yang melindungi kehormatan saudaranya pada saat tidak berada di dekatnya, maka Allah pasti akan membebaskannya dari api neraka."

(more…)

Saling Memberi Hadiah

Disunahkan seorang muslim memberikan hadiah kepada saudaranya, berdasarkan hadist Abu Hurairah yang dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, Abu Ya’la dalam Musnad-nya, an-Nasa’i dalam al-Kuna, dan Ibnu Abdil Bar dalam kitab at_tahmiid. Al-Iraqi berkata: "Hadist ini sanadnya baik" Ibnu Hajar berkata dalam kitab al-Talkhish al-Habir, "Sanadnya hasan", ia berkata Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Kalian harus saling memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai"

(more…)

May 2, 2006

Tujuh Golongan yang Akan Dinaungi Allah

Hadist dari Abu Hurairah yang telah disepakati al-Bukhary & Muslim Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihy wasallam bersabda:

"Ada 7 golongan yang akan dinaungi Allah di bawah naungan-Nya. Pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya,yaitu…

[1]Pemimpin yang adil
[2]Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya
[3]Seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan Masjid
[4]Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul & berpisah karena Allah
[5]Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan cantik & berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata, "Aku takut kepada Allah"
[6]Seorang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah-olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya
[7]Seseorang yang mengingat Allah di waktu sunyi sehingga bercucuran air matanya."

(more…)

Adalah Sunnah Memberitahukan Perasaan Cinta Kepada Saudaranya

Disunnahkan orang yang mencintai saudaranya karena Allah untuk mengabari & memberitahukan cintanya kepadanya. Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Ia berkata hadist ini hasan dari Miqdad bin Ma’di dari Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

"Jika seseorang mencintai saudaranya karena Allah, maka kabarkanlah bahwa ia mencintainya."

(more…)

[Akhlaqul Karimah] Al-Haya (Malu)

Dari Ibnu Umar, radiyallaahu anhu, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam melewati seorang lelaki dari kaum Anshar. Laki-laki itu sedang menasihati anaknya tentang malu, maka Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Biarkanlah dia, sesungguhnya malu itu bagian dari iman." (Mutafaq ‘alaih)

Dari Imran bin Husain radiyallaahu anhu, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Malu tidak akan mendatangkan sesuatu pun kecuali kebaikan." (Mutafaq ‘alaih)

Dari Abu Hurairah radiyallaahu anhu, Rasulullaah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Iman mempunyai lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling baik adalah Laa ilaaha ilallaah. Sedangkan cabang yang paling rendah adalah membuang duri dari jalan. Dan malu adalah satu cabang dari keimanan." (Mutafaq ‘alaih)