|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

May 25, 2009

Kajian Bersama Ustadzah Ummu Ihsan

1. NASEHAT UNTUK WANITA
    Sabtu, 30 Mei 2009
    Waktu : 08.30 WIB - Selesai
    Rumah Ibu Eni Krispranoto, Jl. Klampis Indah X No. 10 (Wisma Mukti) Surabaya

2. PENYAKIT HATI
    Sabtu, 30 Mei 2009
    Waktu : Ba’da Ashar  - Selesai
    Daarut Tarbiyatul Ummah, Jl. Pegirian No. 234 Surabaya

(Khusus Akhwat)

Bedah Buku Bersama Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari

1. SURAT TERBUKA UNTUK PARA SUAMI
    Sabtu, 30 Mei 2009
    Waktu : Ba’da Maghrib - Selesai
    Masjid Tanwir, Jl. Masjid No. 37 A Surabaya (Daerah Asemrowo)

2. PANDUAN AMALAN SEHARI SEMALAM

    Ahad, 31 Mei 2009
    Waktu : 09.00 WIB - Dhuhur
    Masjid Al-Ikhlas, Jl. Tanjung Sadari No. 59 Surabaya.

3. 12 KIAT NGALAB BERKAH
    Ahad, 31 Mei 2009
    Waktu : Ba’da Maghrib - Selesai
    Masjid Al-Amin, Jl. Semampir Tengah III A / 25 Surabaya.

(Untuk Umum Ikhwan & Akhwat)

Kajian Bersama Ust. Ahmaz Faiz, Lc (Pimp Majalah As-Sunnah)

"Salafiyyin Bukanlah Muqollid"

Sabtu, 30 Mei 2009
Pukul : 15.30 - 17.00 wib
Masjid Nida’ul Fitrah
Jl. Rangkah Kidul (Depan Perum Citra Padova) Sidoarjo

"Ahlu Sunnah Bersatulah"

Sabtu, 30 Mei 2009
Pukul : 18.00 - 20.30 wib
Masjid Muhajirin
Perum. Puri Indah - Sidoarjo

"Aqidah Atau Khilafah"

Ahad, 31 Mei 2009
Pukul : 08.30 - 11.30 wib
Kampus Stikomp
Jl. Kedung Baruk 98 - SURABAYA

PEMATERI : Al-Ustadz Ahmaz Faiz, Lc
(Mudir Mahad Imam Bukhori & Pimp. Umum Majalah As-Sunnah - Solo)

Info: Akh Adam-085645463608

[Kajian 31 Mei 2009] Istiqomah di atas Sunnah

Pembicara : Ustadz Abu Ubaidah

Hari : Ahad, 31 Mei 2009
Tempat : Masjid A. Yani (Depan PENS ITS Surabaya)
Pukul : 09.00 - Dhuhur

CP : Kemas (085645428622)

Akhwat disediakan tempat

Wahai Anakku, Kami Menginginkan Pahala Itu

Ya Bunayya,..engkau buah hati kami. Padamu tergantung masa depan kami. Dunia kami dan akhirat kami. Hilang letih dan lelah kami ketika melihat engkau beranjak dewasa tumbuh dengan akhlak mulia. Wahai anakku,… engkau hidup di penghujung zaman yang semakin banyak kerusakan dan fitnah yang menyambar setiap detik nafasmu. Jikalah tidak engkau bergantung pada Zat Yang Maha Kuat dan Kuasa pada siapa lagi engkau kan berlari.

Kami tidak perduli melihat para orang tua yang sibuk memilih dunia untuk belahan jiwa mereka. Yang berkorban dengan apa saja agar anak-anaknya berhasil meraih pangkat dan kedudukan di hati manusia. Yang bila mana kami lupa memanggil anaknya dengan nama biasa, maka mereka akan segera tergesa-gesa meralat,.. maaf anak kami adalah seorang dokter panggillah nama depannya dengan jabatannya.

Duhai penyejuk hati yang gundah,… kami menginginkan dunia hanya sebagai bekal untukmu menuju akhirat yang abadi. Karena itu kami tidak kecewa bila mendapati nilai C pada matematikamu atau fisikamu. Tetapi sungguh kami akan menangis dan berduka bila engkau lalai pada perintah Rabbmu.

Duhai penyejuk mata,…. di hari yang semakin mendekati kepunahan. Tak lelah kami mendidikmu dengan Al-Qur’an. Betapa engkau sangat kami inginkan menjadi penghafal dan pengamal Al Qur’an. Siang malam kami bersabar dan tak kecewa membetulkan bacaanmu yang yang tertatih-tatih dan terlupa dari satu ayat Al-Qur’an. Demikian pula doa senantiasa kami panjatkan untuk kalian agar Allah memberi kemudahan.

Untukmu bunayya,… bersabarlah di hari yang sulit ini. Sungguh engkau akan menikmati jerih payahmu ketika dewasa nanti.Janganlah engkau lupakan kami dalam doamu .Semoga Allah di kemudian hari, memberi kelapangan pada kubur kami yang sempit nanti.

Ya bunayya,…. engkau pasti kan bertanya, mengapa orang tua kami melakukan hal ini untuk kami? Jawabnya,… karena ia adalah suatu kebiasaan yang telah di wariskan oleh para pendahulu kita (salafus shalih).

Begitu pula telah kami dapati dalam ucapan Nabimu yang mulia shalallahu alaihi wassalam diriwayatkan dari Buraidah bin Hushaib radhiyallahu anhu ia berkata: “Pernah ketika aku sedang berada di sisi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam maka aku pernah mendengar beliau bersabda, “Al-Qur’an itu akan menemui ahlinya pada hari kiamat ketika kubur telah terbelah seperti seorang laki-laki yang berwajah putih berseri. Ia berkata pada laki-laki tadi,”Apakah kamu mengenaliku?” dia menjawab,”Aku tidak mengenalimu” Ia berkata,”Aku adalah temanmu, Al-Qur’an yang dulu selalu membuat kering tenggorokanmu di siang hari dan begadang di malam hari. Dan setiap pedagang tentulah mengharapkan keuntungan dari barang dagangannya, dan kamu pada hari ini mendapatkan keuntungan dari usahamu.”Kemudian di berikan untuknya kerajaan di tangan kanannya dan keabadian (surga) ditangan kirinya, di letakkan mahkota kebesaran di kepalanya, dan dikenakan bagi kedua orangtuanya dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Keduanya berkata: ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu” Kemudian diperintahkan kepadanya, Bacalah (Al-Qur’an) dan naikilah tangga-tangga surga dan masuklah ke kamar-kamarnya” Maka dia terus naik (derajatnya) selama dia membacanya dengan cepat atau dengan cara tartil (perlahan-lahan)” (HR. Ahmad)1

Dan juga dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang marfu’ (sampai) kepada Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau bersabda,

“…. dan dikenakan kepada kedua orangtuanya dua pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia dan seisinya. Keduanya berkata, “Ya Rabb, Bagaimana kami bisa mendapatkan balasan seperti ini !! dikatakan :”Dengan mendidik Al-Qur’an kepada anak-anakmu” (HR. Ath-Thabrani).2

Wahai bunayya,.. betapa kami menginginkan pahala itu. Kami-pun menyadari tidaklah mudah untuk mendapatkannya. Karena memang segala sesuatu harus diraih dengan kerja keras yang gigih dan kesabaran yang tak bertepi. Lelah dan letih kami akan di hargai-Nya karena Allah Yang Maha Mulia telah berfirman:

“Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya (39) dan bahwasanya usahanya itu kelak akan di perlihatkan kepadanya (40) Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna” (41). (An-Najm :39-41).

Sungguh kami yakin wahai bunayya,… jika sekiranya para orangtua mengetahui keutamaan dan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya karena mengajarkan Al-Qur’an pada buah hati mereka, niscaya mereka akan berlomba-lomba untuk mengajarkan anak-anaknya Al-Qur’an, membimbing mereka untuk selalu membaca, menghayati maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan yang fana ini.

Sumber bacaan :

1. Tafsir Ibnu katsir jilid 9 , Pustaka Imam ASy-Syafi’i, Jakarta, 2008.

2. Keagungan Al-Qur’an Al-karim, Syaikh Mahmud Al Dosari, Maktabah Darus salam, Riyadh, 2006.

Murajaah oleh : Ustadz Eko Hariyanto Lc(Abu Ziyad)

1. Hadits riwayat Ahmad dalam kitab Al-Musnad,5/238
2. Hadits riwayat Ath-Thabrani dalam kitab Al Ausath, 6/51, hadits no.5764. Syaikh Al-Bani menyebutkan hadits ini dalam kitab Silsilah Hadits Shahih, 6/792, hadits no.2829.

Source: http://jilbab.or.id/archives/508-wahai-anakku-kami-menginginkan-pahala-itu/

May 11, 2009

Dunia

"Apa peduliku dengan dunia?! Tidaklah aku tinggal di dunia melainkan seperti musafir yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu musafir tersebut meninggalkannya.”

(HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)

May 10, 2009

Duhai Jiwa

Wahai jiwa, yakinlah …
Sekalipun kematian hari ini melangkahimu menjemput yang lain
Sejatinya ia dalam perjalanan menujumu

Hidup ini betapapun panjang dan indahnya, pasti berakhir jua
Tak lebih dari detik ke menit, jam ke hari, minggu ke bulan lalu berganti tahun
Maka engkau akan sendiri tanpa teman, harta dan kekasih

Ingatlah kematian hari ini untuk hidup kemudian hari
Tangisilah dosa hari ini untuk bahagia di surga nanti

Bandingkanlah antara kehidupan yang bahagia di jalan Allah dengan kehidupan yang jauh dari Manhaj Allah.
Bandingkanlah antara orang-orang yang sholeh dan istiqomah dengan orang-orang yang bingung lagi tersesat, penuh keraguan, kebimbangan dan keresahan.

Sumber : http://abuzubair. net/2009/ 05/06/duhai- jiwa/

May 7, 2009

Bedah Buku Bersama Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

Bedah Buku "Dasar-dasar Sunnah & Keyakinan-keyakinan Islam"

Yang Insya Allah Akan diadakan pada:
Hari/Tanggal: Sabtu/09 Mei 2009
Waktu: 09.00 WIB – Dhuhur
Tempat: Masjid Takhobar (Telkom), Jl. Ketintang No. 156 Surabaya.

——————————————————————————————————————————–

Bedah Buku "Pernikahan dan Hadiah untuk Pengantin"

Hari/Tanggal: Minggu/10 Mei 2009
Waktu: 09.00 WIB – Dhuhur
Tempat: Masjid Nurul Iman, Jl. Margerejo Indah XX / 900 (belakang Plaza Marina) Surabaya.

Untuk Umum (Pria & Wanita)
Buku bisa di beli di tempat kajian.

CP : Akhi Abu Nurzaki  ( 031 ) 70609900

May 1, 2009

Kitab Bukan Bantal

Nu’aim bin Na’im berkata: "Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya: ‘Apakah seseorang bolah meletakkan kitab di bawah kepalanya?’ Beliau bertanya:’Kitab apa?’ Penanya menjawab: ‘Kitan Hadist’ Imam Ahmad berkata: Kalau memang dia khawatir (kitabnya) dicuri maka boleh, adapun kalau menjadikannya sebagai bantal maka tidak boleh.’

Thobaqotul Hanabilah: 1/391