Dunia
(HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan At Tirmidzi)
- Hadist | Time: 1:48 am (UTC+8) No Comments »
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu : Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.
(Shahih Muslim No.4646)
Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh." Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab: "Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya" Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab: "Menyuruh berbuat ma’ruf." Mereka bertanya: "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi Saw menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis riwayat Jundub bin Sufyan radhiyallahu anhu, ia berkata:
Pernah jari tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terluka berdarah dalam suatu pertempuran. Kemudian beliau bersabda: Kamu hanyalah sebuah jari yang telah berdarah, dan di jalan Allah kamu menemui ini
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim 3353
Hadits ke-35
:: Terjemah 1 ::
Matan
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Janganlah kalian saling dengki, saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini (seraya menunjuk dadanya sebanyak tiga kali-). Cukuplah seorang muslim dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim . Setiap muslim atas muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya" (Riwayat Muslim)
Ali radhiallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarangku memakai cincin di jariku ini atau yang ini”, sambil mengisyaratkan jari tengah dan jari setelahnya (jari telunjuk). (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 5874 dan Muslim no. 2078)
Larangan yang disebutkan dalam hadits di atas berlaku bagi laki-laki sementara bagi wanita tidak diterapkan larangan demikian, karena itu Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: "Kaum muslimin sepakat, sunnah bagi laki-laki mengenakan cincin di jari kelingkingnya sedangkan wanita boleh memakai cincin di seluruh jarinya (Syarah Shahih Muslim, 14/71)
disalin dari semenit
Dari Ibnu Umar radhiyallaahu anhu, semoga Allah meridhai keduanya, ia berkata, aku mendengar Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Ada seorang kiflu (orang yang suka menjamin urusan orang lain) dari Bani Israil yang tidak berhati-hati dari dosa yang dilakukannya. Suatu ketika ia didatangi seorang wanita. Kemudian ia memberikan 6 dinar kepada wanita itu dengan syarat boleh menyetubuhinya. Ketika ia benar-benar ingin melaksanakan maksudnya, wanita itu mendadak menggigil ketakutan & menangis.
Kemudian laki-laki itu berkata: "Apa yang menyebabkan engkau menangis?"
Wanita itu berkata: "Aku menangis karena perbuatan seperti ini belum pernah kulakukan selama ini. Aku tidak terdorong melakukannya kecuali karena kebutuhan yang mendesak."
Laki-laki itu berkata: "Jadi engkau menangis karena takut karena Allah? Sungguh aku lebih pantas untuk takut kepada Allah. Pergilah dan ambillah jadi milikmu apa yang telah kuberikan tadi. Demi Allah, aku tidak akan menentang Allah lagi setelah ini selamanya."
Dari al-Mughirah bin syu’bah radhiyallaahu anhu, ia berkata: aku mendengar Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak menyukai 3 perkara bagi kalian, yaitu banyak bicara, menyia-nyiakan harta dan banyak bertanya(dalam perkara yang tidak perlu ditanyakan,penj) (Mutafaq ‘alaihi)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallaahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Di antara orang yang aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku di hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaqnya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah orang yang banyak bicara dan orang yang berbicara dengan mulut penuh (untuk mempertontonkan kefasihannya) dan orang yang banyak bicaranya, serta membuka mulutnya lebar-lebar. (Mutafaq ‘alaihi)
(more…)Berdasarkan Hudzaifah, yang disepakati oleh Al-Bukhari dan Muslim, ia berkata, aku mendengar Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya ada seseorang dari umat sebelum kalian didatangi Malaikat untuk dicabut nyawanya. Maka Malaikat berkata,"Apakah engkau pernah melakukan kebaikan?" Orang itu berkata: "Aku tidak tahu." Malaikat berkata: "Berpikirlah engkau" Kemudian ia berkata: "Aku tidak mengetahui sedikitpun perbuatan baik yang pernah aku lakukan. Hanya saja aku dulu pernah bertransaksi dengan seseorang di dunia, kemudian aku menangguhkan (pembayaran hutang) dari orang yang mempunyai kelapangan dan membebaskan dari orang yang kesulitan." Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Akhirnya Allah memasukkannya ke surga."
Abu Mas’ud berkata: "Aku mendengar beliau shalallaahu ‘alaihi wa sallam mengatakan hal itu."
disalin dari Min Muqawimah An Nafsiyah Al Islamiyah
Hadist Abdullah bin Mas’ud, riwayat Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi, sesungguhnya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Seorang muslim yang memberikan pinjaman dua kali kepada muslim yang lain, sama dengan bershadaqah satu kali."